Arsip | April, 2011

niat banget nih jual mocin pake nama honda, harga bekas lebih mahal dari barunya lagi…

21 Apr

refresh posting
setelah iklan di tokobagus ane komentari, nggak lama thread dihapus dan kembali seller menjual secara online di :

http://motorjual.com/detail.php?idiklan=3309

dan

http://www.bejubel.com/149123/jual-beli-motor-honda-bj-200-built-up-lisensi-honda-2009-murah-dan-diskon.html





sebenarnya ada yang sedikit menggelitik saya dalam menanggapinya…

Deskripsi:
Honda bj 200 built up lisensi honda 2009 biru Th 2009 FOR SALE. MOGE BJ GL 200R biru jual murah,tapi ga murahan. body besar ky ninja 250,mulus bgt mesin ok. knalpot 2 double silencer rem dpn double disc,besar rem blakang cakram,ABS shock dpn up side down (besar) belakang mono shock unitrax spido persneling digital velk rac,lebar bgt,ban batlak super lebar,napak di aspal surat2 komplit.nopol B dpk stabil n enak di bawa,di jamin pd ngelirik gan, jual santai 20 jt nego,lokasi di jks kby lama khusus pengemar/hobby mtr besar 021-97031645
Rp.20.000.000,00 Cepat Dapat,
alamat : kebayoran lama jakarta selatan
Spesifikasi:

* KM :
* Transmisi : Manual
* Merek : Honda
* Cari : Jual/Beli

quote diatas ane ambil dari iklannya di bejubel.com

1. Jelas jelas mocin (beijing extrem 200R) koq dibilang honda…. sejak kapan honda bikin model seperti itu?
2. harga jual bekas 20jt, barunya 16.75jt (Beijing extrem 200R) atau 18 jt (dayang chavaliar DY200R). mungkin jual mahal karena ongkos bikin tulisan honda di mesin dan ganti ban battlax kali ya?

ada seller lain menjual barang yang sama dengan harga yang lebih rasional

http://www.jualmotorbekas.com/ads/motor-gede-extreme-200cc/



monggo di share

MiniGP, salah satu sarana pembibitan motorsport usia dini (di italia)

19 Apr

salah satu motor yang dapat membantu pembibitan pembalap motorsport usia dini adalah motor sport berukuran sesuai dengan usia mereka. Sejak awal diusahakan untuk membiasakan diri dengan tunggangan yang dapat dijepit tangkinya, bukan bebek ataupun matic.

VMC, salah satu prinsipal di italia mengeluarkan produk MiniGP yang memang didisain khusus untuk lintasan balap, dengan komponen yang mendukung kompetisi. Motor ini didisain dan di test di Italia, namun tetap saja diproduksi di China… 😀
















web VMC italia : http://www.minigpvmc.it/
web VMC China : http://www.minigpvmc.com/

walaupun mesin kayak c series, buatan china, harganya sekitar USD 5000an franco china… heheheheh

selain VMC, juga ada beberapa produsen lain yang memproduksi MiniGP, contohnya Rosciano moto (http://www.roscianomoto.it) yang mengeluarkan brand Hotbike, dengan produk miniGP berdisain Yamaha M1 dan Ducati GP11, tentu saja dengan nomor start 46…:D



Mobnas Urung Meluncur(3): Maleo Series

19 Apr

dibidani oleh menristek BJ Habibie tahun 1996 dengan harga patokan ditarget tidak lebih dari 30 Juta agar terjangkau masyarakat, Habibie pun memutar otak untuk merancangnya mulai dari mesin yang berkapasitas 1300 cc, komponen lokal diatas 80%. Dan untuk mematangkan rencana tersebut dia menggandeng pabrikan mobil dari Australia untuk melakukan riset dengan satu unit mobil sebagai contoh telah dihasilkan. Namun sayang dana untuk itu kemudian tersedot oleh proyek mobnas Timor milik Tommy anak bungsu presiden Suharto, sehingga proyek mobnas Maleo pun terhenti.

Pada awal dicanangkan Proyek Maleo, waktu itu pemerintah/BPIS
menyatakan bahwa cita-cita yang diemban Maleo adalah menjadi pusat industri otomotif di ASEAN, tentu kita semua senang kalau kita mempunyai keinginan untuk menjadi industri otomotif yang unggul di kawasan ASEAN, tinggal kita mengukur kemampuannya. Kecuali dana dan niat yang sungguh-sungguh, kita memiliki sumber-sumbernya. Tetapi pada kondisi sekarang, kedua sumber itu rasanya sangat sulit untuk diperoleh.

Dengan penduduk di atas 200 juta jiwa dan sumber daya yang ada rasanya terlalu sulit jika kita tidak memiliki optimisme. Jangankan kita, negara lain saja masih mempunyai optimisme terhadap kemampuan pasar di Indonesia, walaupun mereka masih khawatir kalau harus berinvestasi di Indonesia saat itu.

Jika hal ini berlarut-larut, akan makin sulit mengembangkan kemampuan industri otomotif kita. Sudah bukan hal baru kalau kita membicarakan potensi pasar di belahan Pasifik, atau kalau kita persempit nilai optimisme tersebut pada kawasan ASEAN juga masih sangat potensial, dan jangan disia-siakan lobi kita di ASEAN.

Dengan populasi penduduk ASEAN sejumlah 493 juta dan penjualan kendaraan pada tahun 1996 sebanyak 1,4 juta, tidak layak kalau kita masih tetap pesimis, belum lagi negara-negara yang baru bergabung dalam ASEAN (Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam) yang juga pasti berkeinginan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Oleh banyak kalangan mereka dianggap merupakan potensi pasar yang menjanjikan.

Selain itu kita juga pernah mengenyam kenikmatan pasar dalam bidang otomotif, oleh karenanya harus ditata kembali pasar tersebut agar menjadi potensi yang menarik bagi para industrialis maupun investor.

Maleo sebagai proyek telah berakhir dan berhasil membuat sepuluh prototipe (Gambar 3), tetapi karena kondisi pemerintah saat itu (akhir 1997), prototipe itu tidak berhasil ditampilkan kepada pemiliknya (rakyat Indonesia). Dengan terjadinya perubahan dalam sistem pemerintahan, status Maleo masih tetap belum jelas…, atau belum jelas siapa yang harus memperjelasnya?

untuk link videonya: http://www.youtube.com/watch?v=54R0eCRCHL8

sumber: http://www.astanajava.co.cc/2010_01_01_archive.html

Mobnas Urung Melucur(2): Bakrie Beta97 MPV

19 Apr

Grup Bakrie pun pernah menyiapkan mobil tahun 1994, Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers menggugah sebuah mobil nasional terbaru Indonesia. Rancangannya berjenis MPV, mobil yang dinamakan Beta 97 MPV ini memiliki desain orisinal buatan rumah desain Shado asal Inggris, bahkan satu unit mobil contoh pun sudah dibuat dan diuji coba di sana.

Pada bulan April 1995 disain Beta 97 MPV pun telag selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie dan setelah itu, desain tersebut pun langsung dikembangkan hingga prototipe mobil ini selesai di tahun 1997. namun belum sempat keluar lagi-lagi tersandung krisis moneter tahun 1998 sehingga proyek tersebut tidak jadi dilanjutkan.

B97 Prototypes at CAD Ltd Redditch, Leyland Tech Centre & MIRA 1997.06
Bakrie Motors Beta 97 mpv – Prototypes

BAKRIE B97 MPV

From an initial business study for a new Indonesian corporation, the Beta 97 MPV was fully developed at CAD, on screen, from initial renderings. Clay models of the exterior and interior were developed from the cadd database, presented and approved after only 6 months, and from this the complete engineering programme, prototypes, seating arrangement, corporate identity and marketing strategy for the project, had the vehicle ready for full production in less than 30 months. Unfortunately due to the political turmoil in Indonesia at that time the project was ‘mothballed’.

============================================

kalimat yang terakhir itu ngejelasin gara2 proyek TIMOR
mobil ini ga jadi masuk Indonesia..

padahal kalo dari forum sebelah katanya mobil ini sudah diujicoba di Inggris
dan udah dibuat sebanyak 100 unit.. karena gagal jadi mobnas, sekarang
udah dipretelin dan mesinnya katanya dikembangkan lagi dan sekarang jadi basis mesin Peugeot 306…

sumber: http://www.shado.co.uk/portfolio/design.php?id=29
http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?3708-Mobil-Nasional-wannabe-%28-yang-gagal-dibalik-TIMOR-%29
http://www.astanajava.co.cc/2010_01_01_archive.html

Mobnas Urung Meluncur (1): Zagato Timor S2

19 Apr


Zagato Timor S2 alias Timor S2. City car rancangan Zagato Italia, bermesin injeksi 1300cc 16v DOHC hasil kreasi anak bangsa..om Soeparto Soejatmo.

Yang unik dari mobil yang besarnya ga lebih dari A-Class ini adalah sistem suspensi belakangnya yang independen dengan per daun melintang, seperti milik kijang doyok (keluaran awal). Keunikan lainnya ada di front wiper tunggalnya dan dashboard center facia yang waktu itu masih tergolong aneh.

Sebagian parts masih mengadopsi milik Timor S515i, dan diposisikan sebagai mobil murah. Sekitar tahun 1999-2000an, dg kurs rupiah yg waktu itu ada di angka 8000/dolar, mobil ini diperkirakan dijual dg harga 50-60jt-an. Cukup murah, apalagi kl dibandingkan dg harga seken Kijang Grand (SGX 1.5 ’94)yang waktu itu juga berkisar di angka 60jt-an.

Mnurut gw, mobil ini masih lebih prospektif dan layak dilanjutkan. Modelnya masih cukup up-to-date, mesinnya pun ga masih cukup kompetitif dibanding mesin2 jaman sekarang..meski ga mengadopsi sistem katup variabel. Dengan power sekitar 85dk, ga jauh beda dg Xeniavanza 1.3. Sedikit refreshing dan adaptasi thd perkembangan pasar otomotif saat ini, gw rasa mobil ini bisa dijual dg harga..80-100jt-an.

sumber: http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?3708-Mobil-Nasional-wannabe-%28-yang-gagal-dibalik-TIMOR-%29/page2

Mobil Rusnas, Kendaraan Ringan Rancangan Suparto Soejatmo

19 Apr

Kemampuan melakukan rancang bangun kendaraan bermotor kini bukan lagi monopoli negara-negara maju. Para ahli dan praktisi otomotif nasional pun kini sudah mampu menciptakan platform kendaraan bermotor roda empat yang seluruh proses penciptaannya mulai dari perancangan sampai pembangunannya dilakukan sendiri oleh putra-puteri anak bangsa.

Kemampuan rancang bangun produk otomotif itu tidak hanya terbatas pada kendaraan roda dua (sepeda motor), tetapi juga pada kendaraan bermotor roda empat atau mobil. Salah satu produk kendaraan bermotor roda empat hasil karya cipta anak bangsa itu diantaranya adalah Mobil Sunny 500 yang oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) diberi nama Mobil Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional). Mobil hasil rancangan Suparto Soejatmo, seorang ahli desain dan perekayasaan otomotif yang juga Presiden Direktur PT Indo Techno Mandiri itu, kini telah selesai dibuat satu unit prototipenya melalui kerjasama dengan BPPT.
Kendaraan ringan yang rangkanya terbuat dari pipa baja sedangkan badan mobil (body)-nya terbuat dari bahan fiber glass dan digerakkan dengan mesin bensin dua silinder berkapasitas 500 cc itu merupakan hasil karya rancang bangun Suparto beserta tim. Suparto sendiri yang merancang mesin mobil Sunny 500 yang kemudian dibangun bersama tim BBPT sehingga dihasilkan engine Rusnas.
Keistimewaan mesin Rusnas itu, selain irit konsumsi bahan bakarnya juga dapat menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu bahan bakar bensin atau Bahan Bakar Gas (BBG) dari kelompok Compressed Natural Gas (CNG). Kendaraan ringan yang dirancang secara khusus oleh Suparto untuk memenuhi kebutuhan angkutan di lingkungan kompleks perumahan dan untuk angkutan pedesaan, mampu melaju dengan kecepatan 60-70 km per jam.
“Sebetulnya saya sudah mencoba kendaraan ini dengan kecepatan hingga melebihi 100 km per jam, namun mengingat kendaraan ini bobotnya sangat ringan karena terbuat dari rangka pipa baja dan body dari fiber glass, maka kecepatannya harus dibatasi hanya sampai 60-70 km per jam agar penggunaanya tetap aman dan nyaman. Sebab, kalau kecepatannya jauh di atas 100 km per jam, mobil ini bisa melayang mengingat bobotnya yang ringan,” kata Suparto.

Dengan alasan itu pula, Suparto merekomendasikan agar kendaraan tersebut tidak dipergunakan di jalan tol atau jalan raya bebas hambatan lainnya karena kalau kendaraan ini berpapasan dengan truk atau bus yang melaju dengan kecepatan tinggi bisa timbul efek negatif yang tidak diinginkan.
Kegiatan rancang bangun mesin bukanlah sesuatu yang asing bagi Suparto. Sebab, ketika masih bermukim di Italia, Suparto pernah merancang mesin mobil dengan kapasitas 1500 cc dan 1600 cc serta memproduksi prototipe mesin hasil rancangannya itu dengan menggunakan dana sendiri. Bahkan rancangan mesin berkapasitas 1500 cc dan 1600 cc itu suatu ketika pernah diperlihatkan kepada mantan Presiden Habibie pada saat beliau berkunjung ke Italia.
Sedangkan mesin Rusnas sendiri mulai dirancang Suparto sejak tahun 2001 ketika dia sudah bermukim kembali di Indonesia. Secara kebetulan Menristek/Kepala BPPT ketika itu (tahun 2003), Hatta Rajasa berkunjung ke workshop Suparto di Jakarta dan berkesempatan melihat mesin Sunny 500 hasil rancangan Suparto.
“Menristek tertarik mesin Sunny 500 hasil rancangan saya dan menyatakan Kementerian Ristek/BPPT siap membiayai pembuatan mesin yang kemudian disebut mesin Rusnas,” kata Suparto mengenang perjumpaannya dengan Menristek/Kepala BPPT Hatta Rajasa.
Setelah mesin Rusnas berhasil dibangun bersama dengan tim BPPT, Suparto mulai berpikir untuk menggunakan mesin tersebut untuk menggerakkan kendaraan/mobil. Karena itu, Suparto kembali memutar otaknya untuk merancang sebuah kendaraan yang dapat digerakkan dengan mesin Rusnas 500 cc itu. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi, bisnis dan sosial kultural masyarakat Indonesia, akhirnya Suparto memutuskan untuk membangun mobil ringan dengan bahan rangka dari pipa baja dan material body terbuat dari fiber glass. Kedua jenis bahan tersebut dipilih setelah mempertimbangkan berbagai aspek di atas dengan harapan harga jual mobil ringan itu bisa terjangkau oleh masyarakat khususnya di pedesaan.

Menurut Suparto, hasil rancangan mobil ringan itu sebetulnya bisa saja diproduksi secara massal untuk mengisi pasar otomotif di dalam negeri. Namun sejauh ini Suparto mengaku pihaknya tidak memiliki modal kerja yang cukup untuk memproduksi mobil tersebut, kecuali kalau ada calon investor yang berminat memodali produksi kendaraan ringan tersebut secara massal.
“Mengenai harga jualnya, tentu sangat relatif. Sebab hal itu sangat tergantung kepada volume produksinya. Semakin besar volume produksinya maka semakin dapat ditekan harga jualnya,” kata Suparto seraya menambahkan kalau skala ekonomis produksi Mobil Rusnas dapat dicapai maka mobil tersebut dapat dijual kepada umum dengan harga di atas Rp 30 juta.
Sejauh ini, Suparto melalui PT Indo Techno Mandiri miliknya telah berhasil mengembangankan tiga varian Mobil Rusnas, yaitu sedan, pick up (bak terbuka) dan minibus. Mobil ringan tipe sedan Rusnas sendiri memiliki kapasitas tempat duduk untuk empat orang penumpang dan mampu mengangkut barang seberat 200 kg.
Untuk meningkatkan kemampuan mobil, mesin mobil sedan Rusnas dapat ditingkatkan kapasitasnya menjadi 650 cc. Dengan kapasitas mesin yang relatif kecil seperti itu, maka konsumsi bahan bakar bensin pun bisa dihemat. Konsumsi bahan bakar bensin mobil Rusnas cukup irit, yaitu 1 liter bensin dapat digunakan untuk menempuh jarak sejauh 30 km. Fitur ini sangat penting karena dewasa ini harga BBM di dalam negeri terus mengalami kenaikan sejalan dengan naiknya harga minyak bumi dunia dan dipangkasnya subsidi BBM oleh pemerintah.

Kemampuan Suparto dalam melakukan rancang bangun kendaraan bermotor memang tidak datang begitu saja. Latar belakang pendidikan dan segudang pengalaman bekerja di industri otomotif dunia telah memungkinkan Suparto untuk membuat karya cipta berupa rancang bangun mobil yang diilhami dari gagasan-gagasannya sendiri.
Suparto yang mantan PNS di Departemen Perindustrian itu sempat menempuh pendidikan di Waseda University, Tokyo, Jepang di bidang mesin dan engineering. Seusai menamatkan kuliah di Waseda University, Suparto tidak langsung pulang ke Indonesia melainkan tetap tinggal di Jepang dan bekerja di sebuah perusahaan otomotif negeri Sakura itu.
Pengalaman di bidang mesin dan perekayasaan otomotif juga diperoleh Suparto dari sejumlah perusahaan industri otomotif di berbagai negara. Sebab, setelah bermukim selama kurang lebih 13 tahun di Jepang, Suparto sempat bermukim di sejumlah negara Eropa untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan otomotif kelas dunia. Salah satu perusahaan otomotif Eropa yang pernah menjadi tempat kerja Suparto adalah Lamborghini di Italia.
Suparto juga pernah bekerja sebagai mekanik pada perusahaan pengelola balapan mobil terkemuka di dunia Formula 1 (F1) pada tahun 1970-an dan sempat mendirikan usaha sendiri yang bergerak di bidang mobil balap (motor sport). Kini di usianya yang sudah tidak muda lagi, Suparto yang merupakan kakak kandung dari mantan pembalap nasional Tinton Suprapto itu menjalankan perusahaan Research and Development (R&D) di bidang desain dan perekayasaan yang diberinya nama PT Indo Techno Mandiri.

Sumber : Majalah Kina (No.2-2008) Departemen Perindustrian RI
http://arifh.blogdetik.com/mobil-rusnas-kendaraan-ringan-rancangan-suparto-soejatmo/

Sepeninggal beliau, akan adakah yang meneruskan cita2 beliau?.

MESIN 100% Indonesia dari ITM

19 Apr

Mesin 4 tak 500cc 2 silinder segaris yang dirancang bangun oleh salah satu begawan mesin Indonesia, Alm. Bpk. Soeparto Soejatmo, owner ITM dan salah satu penasehat ASIA NUSA. Kabar terakhir sedang dalam tahap penyelesaian riset untuk perangkat injeksinya…..


Rancangan dan Perancangnya… Alm. Bpk. Soeparto Soejatmo