Mobnas Urung Meluncur(3): Maleo Series

19 Apr

dibidani oleh menristek BJ Habibie tahun 1996 dengan harga patokan ditarget tidak lebih dari 30 Juta agar terjangkau masyarakat, Habibie pun memutar otak untuk merancangnya mulai dari mesin yang berkapasitas 1300 cc, komponen lokal diatas 80%. Dan untuk mematangkan rencana tersebut dia menggandeng pabrikan mobil dari Australia untuk melakukan riset dengan satu unit mobil sebagai contoh telah dihasilkan. Namun sayang dana untuk itu kemudian tersedot oleh proyek mobnas Timor milik Tommy anak bungsu presiden Suharto, sehingga proyek mobnas Maleo pun terhenti.

Pada awal dicanangkan Proyek Maleo, waktu itu pemerintah/BPIS
menyatakan bahwa cita-cita yang diemban Maleo adalah menjadi pusat industri otomotif di ASEAN, tentu kita semua senang kalau kita mempunyai keinginan untuk menjadi industri otomotif yang unggul di kawasan ASEAN, tinggal kita mengukur kemampuannya. Kecuali dana dan niat yang sungguh-sungguh, kita memiliki sumber-sumbernya. Tetapi pada kondisi sekarang, kedua sumber itu rasanya sangat sulit untuk diperoleh.

Dengan penduduk di atas 200 juta jiwa dan sumber daya yang ada rasanya terlalu sulit jika kita tidak memiliki optimisme. Jangankan kita, negara lain saja masih mempunyai optimisme terhadap kemampuan pasar di Indonesia, walaupun mereka masih khawatir kalau harus berinvestasi di Indonesia saat itu.

Jika hal ini berlarut-larut, akan makin sulit mengembangkan kemampuan industri otomotif kita. Sudah bukan hal baru kalau kita membicarakan potensi pasar di belahan Pasifik, atau kalau kita persempit nilai optimisme tersebut pada kawasan ASEAN juga masih sangat potensial, dan jangan disia-siakan lobi kita di ASEAN.

Dengan populasi penduduk ASEAN sejumlah 493 juta dan penjualan kendaraan pada tahun 1996 sebanyak 1,4 juta, tidak layak kalau kita masih tetap pesimis, belum lagi negara-negara yang baru bergabung dalam ASEAN (Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam) yang juga pasti berkeinginan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Oleh banyak kalangan mereka dianggap merupakan potensi pasar yang menjanjikan.

Selain itu kita juga pernah mengenyam kenikmatan pasar dalam bidang otomotif, oleh karenanya harus ditata kembali pasar tersebut agar menjadi potensi yang menarik bagi para industrialis maupun investor.

Maleo sebagai proyek telah berakhir dan berhasil membuat sepuluh prototipe (Gambar 3), tetapi karena kondisi pemerintah saat itu (akhir 1997), prototipe itu tidak berhasil ditampilkan kepada pemiliknya (rakyat Indonesia). Dengan terjadinya perubahan dalam sistem pemerintahan, status Maleo masih tetap belum jelas…, atau belum jelas siapa yang harus memperjelasnya?

untuk link videonya: http://www.youtube.com/watch?v=54R0eCRCHL8

sumber: http://www.astanajava.co.cc/2010_01_01_archive.html

5 Tanggapan to “Mobnas Urung Meluncur(3): Maleo Series”

  1. kangmase 19 April 2011 pada 1:45 pm #

    pemerintah sekarang gak peduli masalah mobnas ataupun motnas…

  2. rend 21 April 2011 pada 8:47 am #

    tampangnya keren knpa ga serius,….??

  3. one08 2 Mei 2011 pada 3:58 am #

    ijin menyimak gan!😉

  4. gaplek mania 6 Mei 2011 pada 3:21 am #

    lagi2 gara2 konspirasi gagal deh

  5. beranda 27 Mei 2011 pada 2:44 am #

    keren, modelnyapun masih layak untuk mengaspal di jaman sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: